Sahabat Aqiqah
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus, ut hendrerit mi pulvinar vel. Fusce id nibh

Mobile Marketing

Pay Per Click (PPC) Management

Conversion Rate Optimization

Email Marketing

Online Presence Analysis

Fell Free To contact Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus

1-677-124-44227

[email protected] business.com

184 Main Collins Street West Victoria 8007

085109964000 - Tangerang

087880242609 - Jakarta

082111010600 - Bekasi

085105434242 - Depok & Bogor

Top

Kram Kaki Selama Kehamilan

Kram Kaki Selama Kehamilan

Kram Kaki Selama Kehamilan

Penyebab dan Pengobatan

 Tidak jarang mengalami kram kaki selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga. Hampir setengah dari semua wanita hamil menderita kejang otot di kaki mereka, dengan kram lebih sering pada malam hari. Kram kaki mungkin disebabkan oleh penambahan berat badan selama kehamilan dan perubahan sirkulasi Bunda. Tekanan dari dede bayi yang sedang tumbuh juga dapat berada pada saraf dan pembuluh darah yang menuju ke kaki Bunda. Tekanan atau cubitan ini mungkin menjadi penyebab kram kaki Bunda.

Apa yang dapat Bunda lakukan untuk mengobati kram kaki selama kehamilan?

 Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mengobati kram kaki atau mencegahnya terjadi. Cobalah satu atau lebih intervensi berikut untuk membantu meringankan atau mencegah kram kaki:

 Berolahraga secara teratur, dan sertakan peregangan yang menargetkan betis Bunda.

  • Istirahat dengan kaki ditinggikan.
  • Kenakan stoking yang mendukung.
  • Pijat betis dan kaki Bunda.

Hubungi penyedia layanan kesehatan Bunda jika kram kaki Bunda parah atau terus-menerus. Penyedia layanan kesehatan Bunda mungkin meresepkan suplemen atau obat tambahan.

Share

Romadhon Hapsa Nurrohman adalah pembelajar Digital Marketing di bidang SEO, Facebook dan Google Ads. Senang menulis, menganalisa, dan berdiskusi bersama rekan-rekan sejawat. Jangan sungkan untuk hubungi dia di [email protected]

No Comments

Post a Comment

Tanya-Tanya Dulu